Air Baku di Batam Semakin Menyusut, ATB Akan Gilir Suplai Air ke Pelanggan

  • Whatsapp
Area pengolahan air baku di Waduk Duriangkang yang kian menyusut akibat kemarau panjang. (Foto: Ist)

Kostal.id, Batam – Ketersediaan air baku di pulau Batam saat ini mengalami penyusutan.

5 waduk di Batam yaitu Waduk Duriangkang, Waduk Muka Kuning, Waduk Nongsa, Waduk Sei Ladi dan Waduk Sei Harapan pun semakin surut akibat dilanda musim kemarau.

Solusinya, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) bakal melakukan penggiliran suplai air dengan mengabstraksi air baku Waduk Duriangkang melalui 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Diantaranya IPA Duriangkang, dengan kapasitas 2.200 liter perdetik. IPA Tanjungpiayu dengan kapasitas 200 liter perdetik.

Air baku dari Waduk Duriangkang juga dialirkan ke IPA Mukakuning sebesar 300 liter perdetik.

Waduk ini melayani 80% kebutuhan masyarakat kota Batam. Sehingga, total pelanggan yang mendapat suplai air dari Waduk Duriangkang adalah sekitar 228.900 sambungan.

Per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah.

BP Batam memutuskan melakukan penggiliran (Rationing) di waduk Duriangkang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *